PENGETAHUAN DAN SIKAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMU NEGERI 3 PADANG SIDIMPUAN SUMATERA UTARA TAHUN 2005
Tahun 2005
KODE 0608047
Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produktivitas kerja dan menurunkan daya tahan tubuh, yang berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak jaman yang masih di dalam kandungan, anak-anak, masa remaja, dewasa sampai usia lanjut. Ibu atau calon ibu merupakan kelompok rawan, karena membutuhkan gizi yang cukup sehingga harus dijaga status gizi dan kesehatannya, agar melahirkan bayi yang sehat.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya prevalensi anemia pada ibu hamil serta Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.
Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 15-29 April 2006. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 106 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ketanggungan. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner ibu hamil dan pengambilan darah untuk pemeriksaan Hb dilakukan dengan metode cara sahli. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan melihat langsung registrasi ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Ketanggungan. Analisa data dikerjakan menggunakan computer dengan perangkat lunak statistik. Analisis Univariat berupa analisa persentase dan Analisis Bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen. Variabel Independen dalam penelitian ini meliputi Karakteristik Ibu (umur, pendidikan, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga), Karaktistik Kehamilan (umur kehamilan, jarak kehamilan, paritas, pemeriksaan kehamilan), Pengetahuan Tentang Anemia, dan Pola Kebiasaan Konsumsi Makan (frekuensi makan hewani, frekuensi makan sayuran hijau).
Sedangkan Variabel Dependen adalah anemia pada ibu hamil dengan tingkat kemaknaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 106 responden terdapat sebanyak 82 ibu hamil sebesar 77,4% yang menderita anemia. Dari hasil uji univariat didapatkan hasil data pada Karakteristik Ibu adalah sebagai berikut: umur ibu terbanyak 20-35 tahun sebesar 61,3%, pendidikan terbanyak tamat SD sebesar 74,5%, status penghasilan terbanyak pada bulanan sebesar 55,7%, jumlah anggota keluarga terbanyak >4 orang sebesar 62,3%, pada Karakteristik Kehamilan adalah sebagai berikut: umur kehamilan terbanyak pada trimester II (4-6 bulan) sebesar 55,7%, jarak kehamilan terbanyak >2 tahun sebesar 67,9%, paritas terbanyak >2 kali sebesar 84,%, pemeriksaan kehamilan terbanyak pada bidan desa sebesar 45,7%, pada Pengetahuan Tentang Anemia adalah sebagai berikut: pengetahuan ibu terbanyak <60% sebesar 45,3%. Dan pada Pola Konsumsi Kebiasaan Makan adalah sebagai berikut: pada frekuensi makan hewani <4 kali seminggu sebanyak 70,8%, dan pada frekuensi makan sayuraan hijau setiap hari sebanyak 84,0%.
Hasil uji chi-Square (bivariat) menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan, jarak kehamilan, pengetahuan, dan frekuensi makan hewani dengan anemia pada ibu hamil. Sedangkan umur ibu, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, umur kehamilan, paritas, pemeriksaan kehamilan, dan frekuensi makan sayuran hijau menunjukkan tidak ada hubungan dengan anemia pada ibu hamil.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kepada semua pihak yang terkait/berwenang dalam bidang kesehatan diharapkan agar dapat memperhatikan perkembangan dan kesehatan ibu hamil.
Kepada pihak Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan penyuluhan bagi Bidan Desa dan Puskesmas keliling dalam membantu menghadapi ibu hamil dengan anemia sedang, ringan, dan berat, dalam perencanaan untuk menyelesaikan kasus anemia dengan sebaik-baiknya.
Kepada ibu hamil agar lebih banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memperhatikan pola kebiasaan makan yang baik dan seimbang terutama makanan yang banyak mengandung zat besi.
