PENENTUAN TEMPERATUR RUANG DAN BATAS KEBISINGAN LINGKUNGAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS (Study Experimental di Laboratorium Ergonomi Universitas Muhammadiyah Malang)

PENENTUAN TEMPERATUR RUANG DAN BATAS KEBISINGAN LINGKUNGAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS (Study Experimental di  Laboratorium Ergonomi Universitas Muhammadiyah Malang)

Tahun 2003
KODE 0608039

Pada suatu operasi kerja banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan menurunnya hasil dari output yang diinginkan.  Manusia tidak dapat terlepas dari faktor-faktor penunjang yang akan menentukan kinerjanya. Temperatur dan tingkat kebisingan  pada suatu tempat kerja merupakan dua faktor yang mengakibatkan perubahan-perubahan output tadi. Keberadaan seseorang disaat  melakukan aktifitas pada ruangan tertentu akan dipengaruhi oleh temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tersebut.
Cara mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tertentu terhadap kinerja  seseorang diperlukan beberapa perlakuan untuk menetapkan pada temperatur berapa dan pada tingkat kebisingan berapa seseorang  tadi dapat bekerja dengan baik sehingga output yang dihasilkan akan mencapai hasil yang optimal pada setiap kali  pengerjaanya.
Pengumpulan data yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, dari hasil penelitian yang dilakukan di  Laboratorium Ergonomi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian yang dilakukan  dengan sembilan treatment (perlakuan) dengan menggunakan taraf rendah, sedang dan tinggi dari faktor temperatur dan  kebisingan.
Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tiga orang operator dan dilakukan selama ¼ jam untuk satu percobaan untuk  tiga elemen pekerjaan yaitu : Pelintingan, pembungkusan dengan cellophane dan pembungkusan dengan kotak. Tiga orang operator  yang melakukan pekerjaan memiliki kemampuan yang sama, dari hasl penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor kebisingan  dan temperatur sangat mempengaruhi kerja operator. Hasil analisa anava secara significan menolak H0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur 260C dan kebisingan 60 dB merupakan kondisi ruang kerja yang sangat  menunjang produktifitas operator.

Key words : Temperatur, Kebisingan

This entry was posted in Skripsi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.