OPTIMASI FASE GERAK METANOL – AIR UNTUK ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN KAPTOPRIL DAN HIDROKLOROTIAZIDA DALAM SEDIAAN SIMULASI TABLET DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)

OPTIMASI FASE GERAK METANOL – AIR UNTUK ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN KAPTOPRIL DAN HIDROKLOROTIAZIDA DALAM SEDIAAN SIMULASI TABLET DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)

Tahun 2008
KODE 0608051

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode KCKT untuk mendapatkan komposisi fase gerak yang optimal untuk analisis kuantitatif campuran kaptopril dan hidroklorotiazida.Pada tahap pertama dilakukan optimasi fase gerak dengan cara mengelusi
larutan tunggal kaptopril dan hidroklorotiazida dengan menggunakan fase gerak metanol – air dengan komposisi (80 : 20); (75 : 25); (70 : 30); (60 : 40); (50 : 50).

Kolom yang dipakai adalah Bondapak C18 dengan detektor DAD (panjang gelombang 215 nm) dan suhu kolom 40 oC. Kemudian larutan campuran kaptopril dan hidroklorotiazida juga dielusi dengan komposisi fase gerak seperti pada larutan tunggal. Kondisi optimal pemisahan kaptopril dan hidroklorotiazida diperoleh pada komposisi metanol – air ( 75 : 25) yaitu harga RS = 2,51 dan a = 1,44.

Pada validasi metode KCKT menggunakan komposisi fase gerak yang optimal memperoleh hasil yang baik yaitu untuk linieritas r kaptopril 0,9979 dan 0,9996 dan r hidroklorotiazida 0,9996 dan 0,9992. Untuk presisi instrumen, koefisien variasi (KV) kaptopril 0,77 % dan hidroklorotiazida 0,49 %. Penentuan akurasi pada campuran simulasi didapatkan rata – rata persen recovery untuk kaptopril adalah 106,40 % dengan KV 1,98 % dan rata – rata persen recovery untuk hidroklorotiazida adalah 100,82 % dengan KV 2,84 %. Hal ini sesuai dengan persyaratan dalam USP XXV yaitu campuran kaptopril dan hidroklorotiazida mengandung bahan obat tersebut tidak kurang dari 90 % dan tidak lebih dari 110 %.

This entry was posted in Skripsi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.