Archive for August, 2008

Korelasi Antara Latar Belakang Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam dengan Kemampuan Mengajar di MA. KH A. Wahid Hasyim Bangil.

Friday, August 8th, 2008

Korelasi Antara Latar Belakang Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam dengan Kemampuan
Mengajar di MA. KH A. Wahid Hasyim Bangil.

Tahun 2004
KODE 0708017

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh banyak hal, salah satu adalah oleh pendidikan, hal ini
dikarenakan bidang garapan pendidikan pada hakekatnya untuk mencerdaskan generasi bangsa, seperti halnya Indonesia yang mempersiapkan bangsanya sebagai pelaksana dan penerus pembangunan nasional dalam segala bidang, baik di masa sekarang maupun di masa mendatang, oleh karena itu wajar saja apabila masalah pendidikan tidak akan pernah ada habisnya untuk dibicarakan oleh siapapun terutama oleh ahli pendidikan.

Sehubungan dengan masalah pendidikan, akhir-akhir ini kita sering mendengar berita tentang merosotnya pendidikan dan perlu adanya pembaharuan dalam dunia pendidikan. Namun, sampai saat ini masih sedikit sekali dari para ahli pendidikan yang mampu memberikan jalan keluar secara praktis untuk memecahkan masalah dunia pendidikan dewasa ini, sehingga tampaknya masalah ini sangat sulit untuk dipecahkan, khususnya dalam pandangan guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah, terutama dalam mengembangkan proses belajar mengajar di kelas.

Incoming search terms for the article:

IMPLEMENTASI JAVA MEDIA FRAMEWORK API PADA MULTIMEDIA STREAMING

Friday, August 8th, 2008

IMPLEMENTASI JAVA MEDIA FRAMEWORK API PADA MULTIMEDIA STREAMING

Tahun 2007
KODE 0708016

Sekarang ini perkembangan dunia Teknologi Informasi (TI) telah berkembang pesat salah satunya dalam hal bahasa pemrograman. Ada beberapa bahasa pemrograman, salah satunya adalah Java yang sudah tidak di ragukan lagi perannya dalam perkembangan TI.

Java adalah bahasa pemrograman yang dapat berjalan di semua platform tanpa harus mengubah kode sedikitpun dengan syarat pada sistem yang digunakan sudah terdapat JRE (Java Runtime Environment). Hal inilah yang menjadi kekuatan Java sebagai bahasa pemrograman multiplatform write once run anywhere. Aplikasi menggunakan Java sangatlah luas dan dibagi menjadi tiga sub bagian yaitu J2EE (Java 2 Enterprise Edition), J2SE (Java 2 Standard Edition), dan J2ME (Java 2 Micro Edition). Dari ketiga sub bagian tersebut yang membedakan adalah cakupan aplikasi yang ingin dibuat. J2EE digunakan untuk aplikasi yang bersifat enterprise dan dalam sekala yang besar seperti sistem terdistribusi, J2SE digunakan untuk aplikasi standard pada desktop sedangkan J2ME lebih dikonsentrasikan untuk aplikasi yang bersifat embedded seperti
mobile device.  Dari ketiga sub bagian yaitu J2EE, J2SE, dan J2ME masih dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan.

J2SE adalah framework yang sering digunakan, karena semua platform Java menggunakan J2SE sebagai base development. JMF API (Java Media Framework Application Programming Interface) adalah extension dari J2SE yang dikonsentrasikan untuk pemrograman pada multimedia streaming (JMF version 2.1.1e). JMF version 2.1.1e  sudah mendukung RTP (Realtime Protocol) yang digunakan sebagai protokol aplikasi yang realtime seperti audio/video streaming. Dengan menggunakan API ini akan mempermudah dalam peng-implementasikan realtime protocol pada multimedia streaming.

JMF API merupakan arsitektur yang menggabungkan protokol dan pemrograman interface untuk merekam, menransmisi, dan playback media. Pada JMF version 2.1.1e, Sun’s sebagai perusahaan pengembang bahasa pemrograman Java berinisiatif untuk membawa pemrosesan time-base media kedalam bahasa pemrograman Java. Time-base media adalah mengubah data yang diterima dengan berdasarkan waktu, termasuk didalamnya seperti audio dan video klip, MIDI, dan animasi.

Karakteristik time-based media adalah dibutuhkannya waktu untuk mengirimkan dan memproses media. Ketika media data dialirkan harus ditemukan timing yang tepat untuk menerima dan menapilkannya ini yang sering disebut sebagai streaming media. Misal ketika movie dimainkan, data tidak dapat dikirimkan dengan cepat sehingga akan terjadi delay pada waktu playback.

Dengan kata lain, jika data tidak dapat dikirimkan dan diproses dengan cepat maka akan menyebabkan kehilangan data atau dropping frame untuk memperbaiki playback. Untuk mengatasi masalah waktu transfer data maka dikembangkan banyak format audio/video seperti Cinepak, MPEG-1, H.263, JPEG, PCM, Mu-Law, G.723.1 dan lain-lain. Dari masing masing format tersebut akan mempengaruhi kualitas video/audio, kebutuhan CPU, dan bandwidth.

Incoming search terms for the article:

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUTU LULUSAN DI SMKN 6 BANDUNG

Friday, August 8th, 2008

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUTU LULUSAN DI SMKN 6 BANDUNG

Tahun 2004
KODE 0708015

Penelitian mi betolak pada kenyataan bahwa model pembelajaran konvensional
yang telah diimplementasikan tidak mampu menjawab permasalahan tenaga kerja:
karena rendahnya kualitas SDM, sementara di sisi lain banyak peluang kerja yang
belum terisi karena tidak mampu memenuhi tuntutan standar industri. SMK
adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan siswa guna menyiapkan mereka sebagai tenaga
tingkat menengah.Untuk mengatasi hal tersebut SMK 6 Bandung adalah salah
satu lembaga yang menjadi model untuk menyelenggarakan Pelatihan Berbasis
Kompetensi dan diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas pengelolaan pelatihan
berbasis kompetensi dan dampaknya terhadap mutu lulusan dalam perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi serta penyempurnaan program. Dan hasil penelitian mi
diharapkan ada manfaat teoritis dalam menemukan prinsip dan model serta
manfaat praktis dalam mengelola dan menentukan metodelogi yang tepat.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian mi,berpijak pada bahan pustaka sebagai
landasan teori yang digunakan, antara lain:1)konsep efektivitas,2) konsep
pengalolaan, 3) konsep pengembangan pendidikan kejuruan, 4) konsep
kompetensi, 5) konsep kurikulum berbasis kompetensi, 6) konsep pelatihan
berbasis kompetensi

Penelitian mi menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek para pengelola
yang terdiri dari : Kepala Sekolah, para wakil Kepala Sekolah, ketua Program
keahlian, dan guru kejuruan yang benar-benar menguasai permasalahan tersebut
serta beberapa orang siswa. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi
dan studi dokumantasi yang dilakukan melalui 1) orientasi, 2) ekplorasi,
3)pengumpulan data sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Hasil analisis dan pembahasan bahwa dalam pengelolaan pelatihan berbasis
kompetensi yang dilakukan sekolah diawali dengan perumusan visi, misi,tujuan
dan sasaran yang telah disusun dan disepakati oleh seluruh unsur sekolah,
selanjutnya dilakukan identifikasi dan analisis kebutuhan yang dijadikan acuan
atau standar dalam pelatihan tersebut yaitu: 1)Analisis kebutuhan program diklat
yang memadukan antara kurikulum nasional dan kebutuhan industri, 2) analisis
tenaga kependidikanlinstruktur baik secara kualitatif maupun kuantitatif, 3)
analisis peserta yang dilakukan beberapa tahapan kegiatan, 4) analisis kebutuhan
sarana, 5) analisis kebutuhan biaya Berdasarkan analisis sesuai perencanaan
tersebut selanjutnya dilakukan pembelajaran, evaluasi serta penyempurnaan
program.

Kesimpulan dan hasil penelitian bahwa dari segi perencanaan program dmilai
efektif karena merupakan langkah awal yang dapat dijadikan acuan pelaksanaan
pelatihan. Namun sangat disayangkan kerena sebaik apapun perencanaan tidak
akan bermakna jika tidak diimplementasikan secara konsistensi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi dmilai belum sesuai
dengan perencanaan yang mengacu pada pendekatan pembelajaran berbasis
kompetensi, sehingga hasil pelatihan mi belum berdampak terhadap mutu lulusan
sebagaimana yang diharapkan.

Incoming search terms for the article: