Archive for July, 2008

PERBANDINGAN LUAS PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN LOKAL DAN PERUSAHAAN ASING

Saturday, July 19th, 2008

PERBANDINGAN LUAS PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN LOKAL DAN PERUSAHAAN ASING

Tahun 2006
KODE 0608013

Social disclosure is an important way for companies to show their responsibilities to the social environment. Social disclosure in corporate annual report has two major roles. First, through corporate social disclosure, organisations establish and maintain their legitimacy. Second, social informations in annual report are used by stakeholders to help them in decision making.

The purpose of this research is to investigate wheter there is a significant difference of the extent of sosial disclosure in annual report between two groups of local and foreign companies in Indonesia. Disclosure index is used to measure the extent of social disclosure. The object of this research is high profile companies that listed on the Jakarta Stock Exchange in 2004. The analytic tools in this reseacrh are Mann-Whitney Test—that is used to ‘community’, ‘product and consumer’, and ‘environment’ disclosure—and Independent-Samples T Test—that is used to ‘employee’ disclosure and total social disclosure.
The result of this research shows a significant difference of the extent of social disclosure between local companies and foreign companies in the theme of ‘community’, ‘employee’, ‘environment’, and total social disclosure. But for ‘product and consumer’ disclosure, the difference between these two groups is not statistically significant.

Incoming search terms for the article:

RANCANG BANGUN ANTENA TRICULA ELEKTRIK OMNI PITA LEBAR BERCATUAN MONOKONIK PADA FREKUENSI (2000 ± 500) MHZ

Saturday, July 19th, 2008

RANCANG BANGUN ANTENA TRICULA ELEKTRIK OMNI PITA LEBAR BERCATUAN MONOKONIK PADA FREKUENSI (2000 ± 500) MHZ

Tahun 2007 | STT Telkom
KODE 0608012

Latar Belakang pemilihan topik “Rancang Bangun Antena Tricula
Elektrik Omni Pita Lebar Bercatuan Monokonik Pada Frekuensi (2000±500)
MHz” adalah :
a. Dengan pengunaan antena pita lebar pada sistem telekomunikasi memiliki
beberapa keuntungan diantaranya miniaturisasi komunikasi radio, modulasi
digital yang berhubungan dengan perbaikan kinerja dan info yang bisa
ditampung lebih banyak, dan mengurangi seringnya Hand Over jika untuk
radio mobile.
b. Pemilihan frekuensi 2000±500 MHz menyesuaikan spesifikasi teknik
perangkat Radio Frequency (RF) Gelombang Mikro Digital (GMD) di
laboratorium Gelombang Mikro dan Laboratorium Antena di STT Telkom.
c. Untuk pemilihan spesifikasi lainnya seperti gain, VSWR, polarisasi,
polaradiasi dan bandwidth didasarkan pada standart suatu antena yang
berkualitas tinggi.
d. Dengan tiga cula diharapkan gain antena lebih besar dibandingkan satu
elemen /cula.
e. Pemanfaatan barang-barang yang tidak terpakai untuk menghasilkan suatu
karya yang dapat dimanfaatkan untuk umum.

Incoming search terms for the article:

PERANCANGAN DAN REALISASI MODULATOR BPSK DENGAN FREKUENSI PEMBAWA 12 MHZ DAN KECEPATAN DATA 64 KBPS

Saturday, July 19th, 2008

PERANCANGAN DAN REALISASI MODULATOR BPSK DENGAN FREKUENSI PEMBAWA 12 MHZ DAN KECEPATAN DATA 64 KBPS

Tahun 2003 | STT Telkom
KODE 0608011

Pada proyek akhir ini akan direalisasikan sebuah modulator digital dengan
menggunakan teknik modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK). Modulator ini
memiliki bit rate data sebesar 64 Kbps dengan frekuensi sinyal pembawa sebesar 12
MHz.

Pada teknik modulasi BPSK sinyal termodulasi akan mengalami perubahan
fasasebesar 1800 dari fasa semula jika sinyal informasi memiliki level logika “0” dan
tidak akan mengalami perubahan fasa jika sinyal informasi memiliki level logika “1”.
Dalam realisasi modulator BPSK 64 Kbps sinyal Non Return to Zero (NRZ)
digunakan sebagai simulasi data. Rangkaian pembangkit data acak yang digunakan
berupa rangkaian Pseudo Random Generator (PRG) dengan clock yang berasal dari
rangkaian generator clock. Menurut transformasi Fourier sinyal baseband memiliki
bandwidth transmisi yang tidak terbatas oleh sebab itu bandwidth sinyal baseband
perlu dibatasi agar diperoleh bandwidth transmisi minimum tetapi masih dalam batasbatas
tertentu dimana sinyal tersebut masih dapat dikenali oleh penerima dengan
peluang kesalahan sekecil mungkin.

Dan untuk membatasi bandwidth sinyal baseband tersebut maka digunakan
rangkaian filter. Dan filter yang akan direalisasikan merupakan jenis filter aktif Bessel
Orde 6 dengan frekuensi cut-off sebesar 64 KHz. Karena sebagian besar daya sinyal
digital terletak pada frekuensi rendah maka diperlukan sebuah sinyal pembawa
dengan frekuensi yang lebih tinggi untuk mentransmisikannya. Dalam realisasinya
digunakan rangkaian mixer sebagai balance modulator dengan mengalikan sinyal
baseband dengan sinyal pembawa. Keluaran dari mixer merupakan sinyal BPSK.

Incoming search terms for the article: