PENGUJIAN EFEK FISHER DI INDONESIA PASCA DEREGULASI KEUANGAN

PENGUJIAN EFEK FISHER DI INDONESIA PASCA DEREGULASI KEUANGAN

Tahun 2008
KODE 0608025

Efek Fisher adalah salah satu teori dalam netralitas jangka panjang yang digagas oleh ekonom klasik dalam studi ekonomika makro. Netralitas jangka panjang sendiri menyebutkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada variabel-variabel ekonomi nominal (misalnya suku bunga nominal, uang beredar, upah) tidak berpengaruh pada variabel-variabel ekonomi riil (misalnya
tingkat pengangguran, tingkat suku bunga riil) dalam jangka panjang. King dan Watson (1997) menyebutkan tiga teori yang termasuk dalam netralitas jangka panjang yang pertama adalah netralitas uang dimana pertambahan uang beredar tidak akan berpengaruh pada output riil perekonomian. Teori lainnya menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada tingkat inflasi tidak
akan berpengaruh pada kesempatan kerja (Kurva Phillips yang vertikal) atau suku bunga riil (hubungan Fisher jangka panjang). Dalam teori selanjutnya seperti yang tercantum dalam Blanchard (2003) Efek Fisher tersebut selanjutnya didefinisikan sebagai hubungan one-for-one antara ekspektasi inflasi dan tingkat suku bunga nominal.

Adapun proses Efek Fisher seperti yang tercantum dalam Blanchard (2003) adalah sebagai berikut bermula dari perubahan pertumbuhan uang beredar. Dalam jangka pendek kenaikan pertumbuhan uang beredar akan menambah real money stock sementara suku bunga nominal dan suku bunga riil akan mengalami penurunan. Dalam jangka panjang kenaikan pertumbuhan uang beredar akan mempengaruhi ekspektasi inflasi dan akan tercermin dalam hubungan one-for-one antara ekspektasi inflasi dan suku bunga nominal sementara suku bunga riil tidak akan mengalami perubahan (cenderung konstan).

This entry was posted in Skripsi and tagged , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.